Minggu, 28 April 2013

RESUME

Diposting oleh Novita Indah Carlina di 09.07 0 komentar

RESUME

PERSONAL DETAIL__________________________________________________________

Name                        : Novita Indah Carlina
Date of birth              : Bekasi, 21 November 1992
Address                     : Jln. Rinjani G19 No. 03 - Tambun
Contact No                : 08979114547
Email                        : novitaindahcarlina@rocketmail.com 



EDUCATION BACKGROUND__________________________________________________

  • Gunadarma University - Economics Faculty, majoring in Accounting                2009 - 2013

           GPA (Grade Point Average) 3.3



COURSE_____________________________________________________________________

  • Computer (Microsoft Word, Excel, Power Point & Internet)                                          2005
  • English (Oral and Written)                                                                                           2010



WORKING EXPERIENCE______________________________________________________

  • Assistant of Advance Accounting Laboratory                                               2011 – 2013



STRENGTH / SKILL___________________________________________________________

  • Communication skills.
  • Computer skills.
  • Hard working.
  • Sense of responsibility.
  • Enjoy meeting people and prefer to work in field.
  • I am a person that can work in a group or by myself. I am a team player.



Rabu, 03 April 2013

HOW TO MAKE A CHICKEN KATSU

Diposting oleh Novita Indah Carlina di 07.10 0 komentar
HOW TO MAKE A CHICKEN KATSU

    Hello guys... Today I will cooking something simple food for you try in your home J
If you hungry or you want eat something but you so lazy to out of your home, you can try to make it this simple food in your home.
    You know Chicken Katsu? Yaa I sure all of you know that food. I will make Chicken Katsu for snack in afternoon or everytime. Its so easy and simple to make it.
    Now lets it to make it.
For the first time, lets prepare the ingredients..

1.    1 chicken breast
2.      Wheat flour
3.      Bread flour
4.      Egg
5.      Milk
6.      Salt
7.      Pepper
8.      Garlic
9.      Ginger
10.  Lemon


After the ingredients is complete and ready, lets we start cooking this food...
  • The first, beat the chicken breast fillet with the beef hammer. Oia remember do that with slowly... don't so fast and hard like you express your anger. haha
  • And than, mix chicken breast with salt, pepper, garlic, ginger and lime. And let it penetrate for 30 minutes - 1 hour in the refrigerator. Remember! You must wash your hand with clean.
  • Get a bowl to mix some ingredient.
  • Next, mix an egg and milk. Then, shake it until smooth.
  • After that, mix the chicken breast with wheat flour, and dip it into egg and milk. And spread it with bread flour. And than, save it in the refrigerator for 10 minutes.
  • After 10 minutes in the refrigerator.. remove it and start to fry this chicken
  • Prepare cooking oil in the pan,  Once the oil is hot and sizzling, slowly drop the chicken pieces into the pan. Use the sides of the pan to drop the pieces.
  •  Remove chicken pieces from the pan once they are golden brown in color. Be careful to do that ya.
  •  And than, you can also check if the chicken is well cooked by piercing and opening a slit.
  • And the last, cut into slice and serve it with salad and sauce

Finish.. and this is it the chicken katsu.. so simple and easy right? So you can try at home... thank you J

you can see this video :) http://www.youtube.com/watch?v=Tq8l6njM1W8

Jumat, 07 Desember 2012

PENULISAN ILMIAH

Diposting oleh Novita Indah Carlina di 02.51 0 komentar

PENULISAN ILMIAH
(Pengertian dan Jenis)





Makalah
Ditulis untuk Memenuhi Tugas Matakuliah Bahasa Indonesia


















Oleh
NOVITA INDAH CARLINA
NPM : 25210082




















PROGRAM STUDI AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS GUNADARMA
BEKASI
2012

PENULISAN ILMIAH

  1. PENGERTIAN
Penulisan Ilmiah adalah karya tulis yang disusun oleh seorang penulis berdasarkan hasil-hasil penelitian ilmiah yang telah dilakukannya. Dari definisi yang lain dikatakan bahwa karya ilmiah (scientific paper) adalah laporan tertulis dan dipublikasi yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan.
Dari pengertian tersebut secara awal kita dapat mengenal salah satu ciri khas karya ilmiah adalah lewat bentuknya yakni tertulis, baik di buku, jurnal, majalah, surat kabar, maupun yang tersebar di internet, di samping ciri lain yang mesti dipenuhi dalam sebuah karya ilmiah. 
  1. JENIS-JENIS dan MACAM
a.       MAKALAH
Makalah, adalah karya ilmiah yang membahas suatu pokok persoalan, sebagai hasil penelitian atau sebagai hasil kajian yang disampaikan dalam suatu pertemuan ilmiah (seminar) atau yang berkenaan dengan tugas-tugas perkuliahan yang diberikan oleh dosen yang harus diselesaikan secara tertulis oleh mahasiswa.
b.      SKRIPSI
Skripsi, adalah karya ilmiah yang ditulis berdasarkan hasil penelitian lapangan atau kajian pustaka dan dipertahankan di depan sidang ujian (munaqasyah) dalam rangka penyelesaian studi tingkat Strata Satu (S1) untuk memperoleh gelar Sarjana.
c.       TESIS
Tesis, adalah karya ilmiah yang ditulis dalam rangka penyelesaian studi pada tingkat program Strata Dua (S2), yang diajukan untuk dinilai oleh tim penguji guna memperoleh gelar Magister. Pembahasan dalam tesis mencoba mengungkapkan persoalan ilmiah tertentu dan memecahkannya secara analisis kristis.
d.      DISERTASI
Disertasi, adalah karya ilmiah yang ditulis dalam rangka penyelesaian studi pada tingkat Strata Tiga (S3) yang dipertahankan di depan sidang ujian promosi untuk memperoleh gelar Doktor (Dr.). Pembahasan dalam disertasi harus analitis kritis, dan merupakan upaya pendalaman dan pengembangan ilmu pengetahuan yang ditekuni oleh mahasiswa yang bersangkutan, dengan menggunakan pendekatan multidisipliner yang dapat memberikan suatu kesimpulan yang berimplikasi filosofis dan mencakup beberapa bidang ilmiah.
e.       ARTIKEL
Artikel, merupakan karya tulis lengkap, seperti laporan berita atau esai di majalah, surat kabar, dan sebagainya (KBBI 2002: 66).  Artikel adalah sebuah karangan prosa yang dimuat dalam media massa, yang membahas isu tertentu, persoalan, atau kasus yang berkembang dalam masyarakat secara lugas (Tartono 2005: 84).
f.        Artikel merupakan: karya tulis atau karangan; karangan nonfiksi; karangan yang tak tentu panjangnya; karangan yang bertujuan untuk meyakinkan, mendidik, atau menghibur; sarana penyampaiannya adalah surat kabar, majalah, dan sebagainya; wujud karangan berupa berita atau “karkhas” (Pranata 2002: 120).
g.       Artikel mempunyai dua arti: (1) barang, benda, pasal dalam undang- undang dasar atau anggaran dasar; (2) karangan, tulisan yang ada dalam surat kabar, majalah, dan sebagainya. Tetapi, kita akan lebih jelas lagi dengan penguraian Webster`s Dictionary yang mengartikan bahwa artikel adalah a literary compositon in a journal (suatu komposisi atau susunan tulisan dalam sebuah jurnal atau penerbitan atau media massa). Sejak tahun 1980 para jurnalis Amerika sepakat untuk memakai istilah artikel bagi tulisan yang berisi pendapat, sikap, atau pendirian subjektif mengenai masalah yang sedang dibahas disertai dengan alasan dan bukti yang mendukung pendapatnya.
h.       ESAI
Esai, adalah ekspresi tertulis dari opini penulisnya. Sebuah esai akan makin baik jika penulisnya dapat menggabungkan fakta dengan imajinasi, pengetahuan dengan perasaan, tanpa mengedepankan salah satunya. Tujuannya selalu sama, yaitu mengekspresikan opini, dengan kata lain semuanya akan menunjukkan sebuah opini pribadi (opini penulis) sebagai analisa akhir. Perbedaannya dengan tulisan yang lain, sebuah esai tidak hanya sekadar menunjukkan fakta atau menceritakan sebuah pengalaman; ia menyelipkan opini penulis di antara fakta-fakta dan pengalaman tersebut. Jadi intinya kita harus memiliki sebuah opini sebelum menulis esai.
i.         OPINI
Opini, adalah sebuah kepercayaan yang bukan berdasarkan pada keyakinan yang mutlak atau pengetahuan sahih, namun pada sesuatu yang nampaknya benar, valid atau mungkin yang ada dalam pikiran seseorang; apa yang dipikirkan seseorang; penilaian.
j.        FIKSI
Fiksi, satu ciri yang pasti ada dalam tulisan fiksi adalah isinya yang berupa kisah rekaan. Kisah rekaan itu dalam praktik penulisannya juga tidak boleh dibuat sembarangan, unsur-unsur seperti penokohan, plot, konflik, klimaks, setting dsb adalah hal-hal penting yang memerlukan perhatian tersendiri. Meski demikian, dengan kisah (bisa juga data) yang asalnya dari imajinasi pengarang tersebut, tulisan fiksi memungkinkan kebebasan bagi seorang pengarang untuk membangun sebuah ‘kebenaran’ yang bisa digunakan untuk menyampaikan pesan yang ingin ia sampaikan kepada pembacanya. Sementara itu, kebebasan yang dimiliki pengarang fiksi tadi di lain pihak juga memungkinkan adanya kebebasan bagi pembaca untuk menginterpretasikan makna yang terkandung dalam tulisan tersebut. Artinya, fiksi sangat memungkinkan adanya multi interpretasi makna. Para pendukung tulisan fiksi meliputi: novelis, cerpenis, dramawan dan kadang penyair pun sering dimasukkan ke dalam golongan ini.










DAFTAR PUSTAKA

Sudjiman, Panuti (2008). Cermat Berbahasa Indonesia. Jakarta : Akademika Presindo


SAHAM (Pengertian dan Jenis)

Diposting oleh Novita Indah Carlina di 01.57 0 komentar
SAHAM
(Pengertian dan Jenis)





Makalah
Ditulis untuk Memenuhi Tugas Matakuliah Bahasa Indonesia



















Oleh
NOVITA INDAH CARLINA
NPM : 25210082











PROGRAM STUDI AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS GUNADARMA
BEKASI
2012
SAHAM

  1. PENGERTIAN
Saham adalah satuan nilai atau pembukuan dalam berbagai instrumen finansial yang mengacu pada bagian kepemilikan sebuah perusahaan. Dengan menerbitkan saham, memungkinkan perusahaan-perusahaan yang membutuhkan pendanaan jangka panjang untuk 'menjual' kepentingan dalam bisnis - saham (efek ekuitas) - dengan imbalan uang tunai. Ini adalah metode utama untuk meningkatkan modal bisnis selain menerbitkan obligasi. Saham dijual melalui pasar primer (primary market) atau pasar sekunder (secondary market).

  1. JENIS DAN KARAKTERISTIK
·        JENIS
Ada beberapa tipe dari saham, termasuk saham biasa (common stock) dan saham preferen (preferred stock). Saham preferen biasanya disebut sebagai saham campuran karena memiliki karakteristik hampir sama dengan saham biasa. Biasanya saham biasa hanya memiliki satu jenis tapi dalam beberapa kasus terdapat lebih dari satu, tergantung dari kebutuhan perusahaan. Saham biasa memiliki beberapa jenis, seperti kelas A, kelas B, kelas C, dan lainnya. Masing-masing kelas dengan keuntungan dan kerugiannya sendiri-sendiri dan simbol huruf tidak memiliki arti apa-apa.

·        KARAKTERISTIK

Saham Preferen
Saham Preferen memiliki karakteristik sebagai berikut:
  1. Memiliki berbagai tingkat, dapat diterbitkan dengan karakteristik yang berbeda
  2. Tagihan terhadap aktiva dan pendapatan, memiliki prioritas lebih tinggi dari saham biasa dalam hal pembagian dividen
  3. dividen kumulatif, bila belum dibayarkan dari periode sebelumnya maka dapat dibayarkan pada periode berjalan dan lebih dahulu dari saham biasa
  4. Konvertibilitas, dapat ditukar menjadi saham biasa, bila kesepakatan antara pemegang saham dan organisasi penerbit terbentuk

Saham Biasa
Memiliki karakteristik:
1.      Hak suara pemegang saham, dapat memillih dewan komisaris
2.      Hak didahulukan, bila organisasi penerbit menerbitkan saham baru
3.      Tanggung jawab terbatas, pada jumlah yang diberikan saja






DAFTAR PUSTAKA

Hery, SE (2011). Akuntansi Keuangan Menengah 2. Jakarta : PT Bumi Aksara


Bahasa Indonesia (definisi dan fungsi)

Diposting oleh Novita Indah Carlina di 01.47 0 komentar
-->
BAHASA INDONESIA
(Definisi dan Fungsi)


Makalah
Ditulis untuk Memenuhi Tugas Matakuliah Bahasa Indonesia









Oleh
NOVITA INDAH CARLINA
NPM : 25210082



PROGRAM STUDI AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS GUNADARMA
BEKASI
2012

BAHASA INDONESIA
A.     Definisi
Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi Republik Indonesia dan bahasa persatuan bangsa Indonesia. Bahasa Indonesia diresmikan penggunaannya setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, tepatnya sehari sesudahnya, bersamaan dengan mulai berlakunya konstitusi
Meskipun dipahami dan dituturkan oleh lebih dari 90% warga Indonesia, Bahasa Indonesia bukanlah bahasa ibu bagi kebanyakan penuturnya. Sebagian besar warga Indonesia menggunakan salah satu dari 748 bahasa yang ada di Indonesia sebagai bahasa ibu. Meskipun demikian, Fonologi dan tata bahasa Bahasa Indonesia dianggap relatif mudah. Dasar-dasar yang penting untuk komunikasi dasar dapat dipelajari hanya dalam kurun waktu beberapa minggu.

B.     Fungsi
Bahasa Indonesia yang baku mempunyai 4 fungsi, yaitu :
1. Sebagai pemersatu
Bahasa Indonesia baku dapat mempersatukan atau memperhubungkan penutur berbagai dialek bahasa itu. Bahasa Indonesia baku mempersatukan mereka menjadi satu masyarakat bahasa Indonesia baku. Bahasa Indonesia baku mengikat kebhinekaan rumpun dan bahasa yang ada di Indonesia dengan mangatasi batas-batas kedaerahan
2. Sebagai penanda kepribadian :
Bahasa Indonesia baku merupakan ciri khas yang membedakannya dengan bahasa-bahasa lainnya. Dengan bahasa Indonesia baku kita menyatakan identitas kita.
3. Sebagai penambah kewibawaan :
Pemilikan bahasa Indonesia baku akan membawa serta wibawa atau prestise. Fungsi pembawa wibawa berkaitan dengan usaha mencapai kesederajatan dengan peradaban lain yang dikagumi melalui pemerolehan bahasa baku
4. Sebagai kerangka acuan :
Bahasa Indonesia baku berfungsi sebagai kerangka acuan bagi pemakainya dengan adanya norma atau kaidah yang dikodifikasi secara jelas. Norma atau kaidah bahasa Indonesia baku itu menjadi tolok ukur pemakaian bahasa Indonesia baku secara benar. Oleh karena itu, penilaian pemakaian bahasa Indonesia baku dapat dilakukan.






DAFTAR PUSTAKA
Sudjiman, Panuti (2008). Cermat Berbahasa Indonesia. Jakarta : Akademika Presindo

Senin, 01 Oktober 2012

SEJARAH BAHASA INDONESIA

Diposting oleh Novita Indah Carlina di 07.44 0 komentar


Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi Republik Indonesia dan bahasa persatuan bangsa Indonesia. Bahasa Indonesia diresmikan penggunaannya setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, tepatnya sehari sesudahnya, bersamaan dengan mulai berlakunya konstitusi. Di Timor Leste, bahasa Indonesia adalah bahasa kerja (working language).
Meskipun saat ini dipahami oleh lebih dari 90% warga Indonesia, bahasa Indonesia tidak menduduki posisi sebagai bahasa ibu bagi mayoritas penduduknya. Sebagian besar warga Indonesia berbahasa daerah sebagai bahasa ibu. Penutur bahasa Indonesia kerap kali menggunakan versi sehari-hari (kolokial) dan/atau mencampuradukkan dengan dialek Melayu lainnya atau bahasa ibunya. Namun demikian, bahasa Indonesia digunakan sangat luas di perguruan-perguruan, di surat kabar, media elektronika, perangkat lunak, surat-menyurat resmi, dan berbagai forum publik lainnya sehingga dapatlah dikatakan bahwa bahasa Indonesia digunakan oleh semua warga Indonesia.
Menurut perkembangan SEJARAH BAHASA INDONESIA, berarti membicarakan bahasa Melayu sebagai akar bahasa Indonesia yang kita gunakan sekarang. Dari zaman dahulu, bahasa Melayu sudah dipakai sebagai bahasa pergaulan (lingua franca) di kepulauan Nusantara, bahkan hampir semua Asia Tenggara.
Bukti bahasa Melayu digunakan di Nusantara antara lain tertulis pada:
  1. Prasasti Kedukan Bukit di Palembang, tahun 683
  2. Prasasti Talang Tuo di Palembang, tahun 684
  3. Prasasti Karang Brahi di Jambi, tahun 688
  4. Prasasti Gandasuki, tahun 832 di Jawa tengah dan pada Prasasti Bogor, di Bogor tahun 942

       Bukti-bukti di atas menunjukkan bahwa sejarah bahasa Indonesia yang bersumber dari bahasa Melayu kuno sudah digunakan bukan saja di pulau Sumatra, tetapi juga di pulau Jawa. Berdasarkan petunjuk-petunjuk lainnya, para ilmuwan mengemukakan bahwa pada zaman kerajaan Sriwijaya, bahasa Melayu digunakan dengan fungsi sebagai berikut.
  1. Bahasa Melayu berfungsi sebagai bahasa kebudayaan, yaitu bahasa buku-buku yang berisi aturan hidup dan sastra
  2.  Bahasa Melayu berfungsi sebagai bahasa perhubungan/pergaulan antar suku di Indonesia.
  3. Bahasa Melayu berfungsi sebagai bahasa perdagangan, baik suku yang ada di Indonesia maupun pedagang-pedagang dari wilayah di luar Indoensia.
  4. Bahasa Melayu dipakai sebagai bahasa resmi kerajaan Sriwijaya.
Pengakuan Bahasa Indonesia Secara Resmi
Catatan sejarah bahasa Indonesia mengatakan bahwa bahasa Indonesia mengalami pertumbuhan terus-menerus. Baik dari luas wilayah para penggunannya maupun struktur bahasa Indonesia itu sendiri. Sehingga semakin ke depan, bahasa Indonesia menjelma menjadi bahasa yang modern, yang kaya kosakata dan mantap dalam struktur.
Akhirnya, pada tanggal 28 Oktober 1928, para pemuda kita mengikrarkan Sumpah Pemuda, yang salah satu isinya mengakui dan meresmikan bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi bangsa Indonesia. Ikrar tersebut selengkapnya sebagai berikut:
Pertama          : Kami putra dan putri Indonesia mengaku bertumpah darah satu, tanah Indonesia
Kedua              : Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia
Ketiga             : Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia
Dengan adanya ikrar dalam Sumpah Pemuda tersebut, maka resmilah bahasa melayu menjadi bahasa Indonesia.
Kedudukan dan Fungsi Bahasa Indonesia
Bahasa Indonesia mempunyai dua macam kedudukan, yaitu sebagai bahasa nasional dan sebagai bahasa negara sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945.
Sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia mempunyai fungsi sebagai berikut.
  1.          sebagai lambang kebangsaan
  2.          sebagai lambang identitas nasional
  3.          sebagai alat komunikasi antar suku dan antar budaya
  4.          sebagai alat penyatuan bangsa

Sebagai bahasa negara, bahasa Indonesia mempunyai fungsi sebagai berikut.
  1.          sebagai bahasa resmi kenegaraan
  2.          sebagai pengantar dalam dunia pendidikan
  3.          sebagai alat perhubungan di tingkat nasional
  4.          sebagai alat pengembangan budaya, ilmu pengetahuan, dan teknologi.

Begitulah sejarah bahasa Indonesia dari awal perkembangannya hingga sekarang. Kita sebagai generasi bangsa patut tahu dan bangga akan bahasa Indonesia dengan mempergunakannya secara baik dan benar.


BAHASA SEBAGAI JATI DIRI

Diposting oleh Novita Indah Carlina di 07.28 0 komentar
           Bahasa adalah sesuatu yang sering kita gunakan sehari-hari untuk ber- komunikasi kepada orang lain. Dan juga merupakan suatu jati diri bangsa atau identitas suatu bangsa. Karena setiap bangsa memiliki bahasanya sendiri untuk berkomunikasi kepada sesama manusia. Maka dari itu Bahasa adalah yang paling baik dalam menunjukkan identitas kultural suatu bangsa. Dengan kata lain bahasa menunjukkan bangsa. Bahasa yang digunakan berbeda-beda sesuai dengan negaranya masing-masing. Setiap negara juga memiliki suatu bahasa lokal atau sering disebut bahasa daerah. Misalnya di negara kita negara Indonesia. Negara Indonesia memiliki beraneka ragam bahasa setiap daerahnya. Ada bahasa Jawa, Batak, Sunda, Betawi, Madura dll.

Dua hal yang menyangkut perilaku bahasa. Pertama, pada saat kita berbahasa Indonesia seharusnya kita menggunakannya sedemikian rupa sehingga jati diri kita sebagai bangsa Indonesia tetap tampak dan terjaga. Kedua,pada saat kita menggunakan bahasa daerah, hendaknya bahasa daerah yang kita gunakan itu juga mencerminkan jati diri keetnisan kita masing-masing. Dengan kata lain, jati diri sebagai bangsa ataupun suku bangsa/kelompok etnis perlu ditampilkan dalam setiap pandangan, sikap, dan perbuatan yang salah satu bentuk pengungkapannya adalah perilaku berbahasa.

Maka dari itu kita sebagai masyarakat Indonesia harus senantiasa kita jaga dan kita melestarikan. Dan juga harus menggunakan bahasa yang baik. Karna di era globalisasi saat ini bahasa sangat penting untuk menunjukan suatu identitas suatu bangsa. Bahasa juga dapat membedakan antara bangsa yang satu dan yang lainnya. Namun, sayangnya bahasa Indonesia yang kita gunakan sehari-hari sudah sangat memprihatinkan. Karna banyak para remaja yang menyelipkan bahasa asing dalam bahasa Indonesianya. Akibatnya, wajah Indonesia menjadi tampak asing di mata masyarakatnya sendiri. Kondisi seperti itu harus kita sikapi dengan bijak agar kita tidak menjadi asing di negeri sendiri.

Seperti pada saat kita berbicara dengan teman menggunakan bahasa Indonesia yang benar, bukannya kita bangga dengan menggunakan bahasa yang benar malah kita ditertawakan ada dibilang “gak gaul”. Dengan sikap seperti ini yang akan melunturkan Bahasa Indonesia sebagai jati diri bangsa Indonesia. Padahal seharusnya kita bangga dengan menggunakan bahasa kita sendiri dengan baik dan benar. Bukan malah menjelekannya.

Disisi lain masyarakat yang menyelipkan bahasa asing dalam berbicara bahasa Indonesia akan terlihat keren atau lebih terlihat intelek. Padahal hal tersebut membuat jati diri suatu bangsa akan semakin pudar. Oleh karena itu, sebagai suatu simbol jati diri kedaerahan, bahasa dan sastra daerah juga harus kita jaga dan kita pelihara untuk menunjukkan jati diri dan kebanggaan kita sebagai anggota masyarakat daerah.

Sebagai warga negara Indonesia, kita tidak boleh kehilangan jati diri kita sebagai suatu bangsa dan sebagai putra daerah, kita tidak boleh kehilangan jati diri kedaerahan kita agar kita tidak tercerabut dari akar budayanya. Sebagai putra daerah, kita tidak boleh kehilangan jati diri kedaerahannya, dan sebagai putra Indonesia, kita tidak boleh kehilangan jati diri kita sebagai suatu bangsa. Oleh karena itu kita sebagai generasi bangsa mulailah menggunakan bahasa yang baik, agar jati diri bangsa kita semakin terjaga.
 

Novita Indah Carlina Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei | web hosting