Rabu, 27 Oktober 2010

Desain dan Perilaku Organisasi

Diposting oleh Novita Indah Carlina di 06.25
DISAIN DAN PERILAKU ORGANISASI

Pengertian Organisasi Limabelas tahun sebelum pasukan komando Israel bersahil membebaskan sandera di Entebbe(Uganda), suatu cara pengorganisasian telah dipusatkan pada tujuan-tujuan yang drmatis seperti pembebasan para sandera tersebut.pada tahun 1961 presiden John F. Kennedy menyatakan suatu tekad untuk mencapai tujuan pendaratan manusia di bulan sebelum akhir decade. Jika semua misteri itu dapat diatasi dan tujuan dapat dicapai, maka tugas tersebut akan menjadi salah satu tantangan organisasional terbesar dalam sejarah. banyak keberhasilan perusahaan bergantung pada organisasi. adanya struktur yang mapan sangat diperlukan untuk menjamin agar rencana manager dapat dilaksanakan.
Menurut Bopne dan Kurtz, organisasi didefinisikan sebagai berikut : Organisasi adalah suatu proses tersusun yang orang-orangnya berinteraksi untuk mencapai tujuan. Manajer harus menyusun struktur organisasi formal yang orang-orang serta sumber-sumber fisiknya dipersiapkan dengan baik untuk melaksanakan rencana dan mencapai tujuan keseluruhan . definisi organisasi itu mencakup tiga elemen pokok,yaitu : (1) nteraksi manusia, (2) kegiatan mengarah pada tujuan,dan (3) struktur . Organisasi formal dan informal - Organisasi formal merupakan sistem tugas , hubungan wewenang ,tanggung jawab dan pertanggung jawaban yang dirancang oleh manajemen agar pekerjaan dapat dilakukan .
Beberapa faktor yang harus diperhatikan dalam penyusunan struktur organisasi formal adalah (1) wewenang (2) tanggung jawab , (3) pertanggung jawaban, (4) delegasi , dan (5) koordinasi . - Organisasi informal adalah suatu jaringan hubungan pribadi dan social yang mungkin tidak dilakukan atas dasar hubungan weenang formal . Komunikasi yang terjadi dalam organisasi informal berjalan dengan cept dari mulut. Sistem komunikasi disebut sistem tanaman lambat . Sentralisasi VS Desentralisasi Istilah sentralisasi dan desentralisasi sering dipakai dalam manajemen. Persoalannya adalah, seberapa besar wewenang itu harus didelegasikan oleh management ke seluruh organisasi.
Organisasi yang disentralisir Sebuah perusahaan yang mengambil kebijakan menempatkan wewenang pengambilan keputusan utama dan pengendalian ditanganbebrapa eksekutif puncak disebut organisasi manajemen yang didesentralisir. Jadi, organisasi yang disentralisir merupakan sebuah sistem yang wewenang serta pengendaliaannya dipegang di suatu pusat,biasanya eksekutif puncak .
Beberapa kebaikan organisasi yang disentralisir adalah
(1) pengendalian yang lebih efektif dapat dilakukan,
(2) cenderung memperpendek jangka pengambilan keputusan , dan
(3) memungkinkan bagi eluruh unit untuk mengkuti seluruh rencana tindakan yang seragam .
sedangkan keburukannya dapat disebutkan disini antara lain :
(1) jika perusahaan berkembang dengan pesat, maka beban kerja pada eksekutif puncak menjadi terlalu banyak,
(2) organisasi yang disentralisir hanya member pengalaman sedikit kepada para manajer muda dalam pengambilan keputusan .

Organisasi yang didesentralisir Manajemen yang didsentralisir merupakan suatu usaha sistematis untuk mendelegasikan kepada jenjang bawah semua wewenang kecuali yang harus dilaksanakan pada jenjang tertinggi. dalam desentralisir para manajer jenjang lebih bawah mendapat kesempatan untuk menunjukkan kemampuannya.
STRUKTUR ORGANISASI DAN PENYUSUPANNYA
Meskipun perusahaan kecil mempunyai masalah – masalah organisasional lebih sedikit dibanding perusahaan besar. Pembentukan struktur Organisasi Struktur organisasiformal didasarkan pada analisa dari tiga elemen kunci setiap organisasi, yaitu;
1. Interaksi kemanusiaan
2. kegiatan yang terarah ke tujuan
3. sruktur Tujuan perusahaan yang berupa “menyediakan barang yang berkualitas baik dengan harga bersaing kepada konsumen” Hierarki tujuan Hierarki tujuan organisasi berlingkup dari tujuan perusahaan keseluruhan sampai tujan-tujuan khusus yang ditetapkan untuk masing-masing karyawan .
Salah satu alasan untuk departementalisasi adalah terbatasnya jumlah kegiatang yang dapat dilakukan oleh manajer disamping juga jumlah bawahan yang dapat disupervisi secara efektif . rentangan pengedalian (span of control) merupakan jumlah optimal bawahan yang dapat dikelola oleh seorang manajer .
Faktor-faktor kritis dalam menentukan rentangan pengendalian yang optimal adalah : 1. Jenis pekerjaan
2. Pelatihan karyawan
3. Kemampuan manajer
4. Efektivitas komunikasi
Bentuk-bentuk struktur organisasi Perlu dibuat suatu bagan yang menggambrkan tentang hubungn tersebut termasuk hubungan antara masing-masing kegiatan atau fungsi ,bagan yang dimaksud dinamakan bagan organisasi atau struktur organisasi . yang menjadi dasar dari organisasi ini adalah pembagian kekuasaan (authority) dan tanggung jawab (responsibility). Sebenarnya struktur organisasi ini bermacam-macam, tetapi pada pokoknya ada empat, yaitu : organisasi garis (line oeganiztion) , organisasi garis dan staf (line and staf organization) , organisasi fungsional ( functional organization),komite (committee) dan organisasi matrik . Organisasi Garis dan Staf Organisasi garis dan staff merupakan kombinasi yang diambilkan dari keuntungan – keuntungan adanya pengawasan secara langsung dan spesialisasi dalam perusahaan.
Kebaikan :
- adanya kesatuan dalam pimpinan - pimpinan dapat lebih cepat dalam mengambil keputusan
- pimpinan dapat lebih cepat dalam memberikan printah - menghemat biaya keburukan :
- sering terdapat birokrasi yang menghambat jalannya perusahaan
- tidak adanya spesialisasi menyebabkan tugas yang berat bagi para petugas sehingga kurang efisien
- kurangnya kerjasama di antara masing-masing bagian organisasi garis dan staf
ORGANISASI FUNGSIONAL
Kebaikan : - Masing-masing fungsi di pegang oleh orang yang ahli dalam bidang nya. - Tugas para manajer menjadi lebih ringan dengan adanya pembagian fungsi. Keburukan : - Membingungkan para pekerja karena tidak ada kesatuan dalam pimpinan dan pemerintah - Tidak ada hubungan garis secara langsung dengan atasan. - Kesulitan-kesulitan yang timbul tidak dapat secara cepat dia atasi. - Kurang nya kordinasi sering menimbulkan perselesihan di antara para manajer.
ORGANISASI KOMITE
Komite sering dilakukan untuk mengumpulkan pendapat tentang berbagai kegiatan dalam suatu perusahaan untuk membuat komite haruslah memperhatikan syarat-syarat berikut ini : - Suasananya dan bersifat informal - Semuanya komite ikut ambil bagian dalam membicaran tugas-tugas nya. - Komite mengetahui tentang tugas-tugas yang di bebankan kepadanya. - Masing-masing anggota komite bersedia mendengarkan pendapat anggoa yang lain. Kebaikan : - Merupakan sebuah forum untuk saling bertukar pendapat di antara beberapa anggota - Keputusan di tentukan bersama-sama sehingga dapat memberikan hasil yang lebih baik. - Menciptakan kordinasi yang lebih baik. - Meningkatkan pengawasan karena macam-macam komite tersebut dapat berhubungan langsung dengan para pelaksana. Keburukan : - Kesulitan dalam mempersiapkan pertemuan kaerena masing-masing anggota sibuk dengan perkerjaannya. - Keharusan dan berkompromi. - Sering menimbulkan ke simpan siuran dalam organisasi. - Tidak mempunyai kekuasaan untuk mendukung saran-saran yang di berikan.


ORGANISASI MATRIK
Organisasi matrik ini digunakan berdasarkan struktur organisasi berdasarkan struktur dan sifat yang sudah ada, organisasi matrik juga disebut organisasi proyek. Kebaikan : - Luwes. - Memberikan metode untuk memusatkan perhatin pada masalah masalah utama yang spesifik - Memberikan alat inofasi tanpa mengganggu struktur organisasi yang ada. Keburukan : - Beberapa masalah dapat muncul karena pendekatan ini melanggar perinsip kesatuan perintah yang tradisional. - Manajer proyek dapat menjumpai kesulitan dalam mengembangkan tim tepandu dari orang orang yang berasal dari bagian-bagian yang berbeda. - Konflik dapat muncul antara manajer proyek dengan manajer-manajer bagian lain.

PERILAKU KEORGANISASIAN

Salah satu sumber utama dari setiap perusahaan adalah orang atau manusia . perusahaan tentang bagaimana dan mengapa mereka berperilaku seperti yang mereka lakukan sangat membantu mengatasi banyak masalah manajemen . - Kelompok Kerja Kelompok kerja itu merupakan sekumpulan karyawan yang secara bersama – sama mempunyai pekerjaan serupa dan melihat diri mereka sebagai satu kelompok. Keanggotaan dalam berbagai kelompok akan bergantung pada banyak hal, yaitu: 1) keakraban satu sama lain, 2) kepentingan bersama, 3) pekerjaan serupa, dan 4) persahabatan.

Motivasi Setiap orang pasti mempunyai motivasi sebagai alasan menagapa mereka berperilaku tertentu . dengan kata lain , motivasi merupakan motif intern yang menyebabkan orang berperilaku seperti yang mereka lakukan . Menurut maslow , kebutuhan-kebutuhan yang belum terpenuhi dapat memotivasi perilaku manusia,sedangkan kebutuhan yang sudah terpenuhi tidak akan lama menjadi motivator .
Teori motivasi dari maslow menekankan dua ide dasar yaitu :
1. Orang mempunyai banyak kebutuhan, tetapi hanya kebutuhan-kebutuhan yang belum terpenuhi saja yang dapat mempengaruhi perilaku manusia .
2. Kebutuhan manusia dikelompokan dalam sebuah hierarki kepentingan . jika satu kebutuhan terpenuhi,kebutuhan lain yang ain yang tingkatannya lebih tinggi akan muncul dan memerlukan pemuasan .
Pekerjaan dan Sikap Jabatan Oleh Musselman kepuasan jabatan dipandang sebagai indicator yang bermanfaat bagi manajemen untuk menentukan apakah terdapat dibidang - bidang masalah dalam angkatan kerja organisasi. Kepuasan jabatan telah dikaitkan dengan perputaran dan absentiisme dalam angkatan kerja. Moral merupakan sikap umum dari angkatan kerja dalam sebuah perusahaan terhadap jabatan mereka.

Kepemimpinan Dalam perusahaan , kepemimpinan itu berkaitan dengan pengarahan kepada karyawan untuk melakukan pkerjaan . ini menjadi bagian penting dalam memahami perilaku kerja . beberapa penelitian telah memperlihatkan bahwa tidak ada “satu cara terbaik” untuk memimpin karyawan . ini bergantung pada pemimpinnya ,karyawan,dan situasi yang ada . Manajer yang baik pasti akan mendapatkan hasil pekerjan lebih banyak dari bawahannya dengan sikap sebagai pemimpin yang baik . untuk mengetahui gaya kepemimpinan yang. sesuai, mereka tidak melihat posisinya sebagai manajer yang menghendaki segalanya telah dilakukan , tetapi mereka harus pula belajar bekerja dalam struktur yang ada secara efektif . Macam gaya kepemimpinan yang diterapkan dalam perusahaan dapat membantu menciptakan “ iklim kerja” bagi karyawan . sebagai contoh,sebuah prusahaan di amerika serikat bernama texas instruments telah menciptakan iklim yang agak berbeda dari yang ada di perushaan-perusahaan lain . iklim di texas instruments itu sangat pnting bagi keberhasilan kelompok perusahaannya . mereka menekankan etika kerja yang kuat,persaingan,loyalitas perusahaan, dan pengambilan keputusan yang rasional . Iklim tersebut serupa dengan yang ada di banyak perusahaan-perusahaan jepang yang memberikan tanggung jawab pribadi untuk kualitas kerja..

0 komentar:

Posting Komentar

 

Novita Indah Carlina Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei | web hosting